Dalam sambutannya, Wakil Dekan 2 Bidang SDM dan Keuangan FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Ely Mufidah, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan PPG merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas profesional guru di Indonesia. Beliau menyoroti bahwa guru tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan diri.
“Posisi PPG dalam peningkatan mutu pendidikan sangat strategis. Melalui program ini, kita berharap para guru khususnya di Kota dan Kabupaten Tegal dapat semakin profesional dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini,” ujarnya.
Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Nur Khakim selaku Kepala Bidang, turut memberikan pengarahan terkait dukungan pemerintah daerah terhadap peserta PPG. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai skema fasilitasi dan tunjangan profesi bagi guru.
“Tugas kami adalah memastikan bapak dan ibu mendapatkan hak-haknya sebagai pendidik profesional. Namun tentu, kelulusan UKPPPG menjadi syarat utama. Karena itu, kami berharap seluruh peserta berusaha maksimal untuk menyelesaikan proses ini dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Tegal, Harun Abdi Manap, memberikan penguatan moral dan spiritual kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya keteladanan guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dalam membentuk karakter peserta didik.
“Guru PAI adalah figur sentral yang menjadi rujukan siswa dalam sikap, perilaku, dan nilai-nilai keagamaan. Maka dari itu, kualitas pribadi dan profesionalitas guru harus terus dijaga. Keteladanan adalah kunci utama dalam mendidik generasi,” ujarnya dalam sesi motivasi.
Pada sesi inti kegiatan, Sekretaris Program Studi PPG, Putri Rahadian, memberikan pemaparan komprehensif mengenai teknis persiapan UKPPPG, mencakup penyusunan dokumen perangkat pembelajaran, penyelarasan RPP, serta strategi menghadapi Ujian Kinerja (UKIN). Ia juga memberikan contoh-contoh praktis terkait penyusunan instrumen penilaian, skenario praktik mengajar, hingga tips menghadapi penilaian asesor.
“UKIN menuntut guru mampu menunjukkan kompetensi nyata dalam praktik pembelajaran. Karena itu, penting bagi peserta untuk memahami alur penilaian, mempersiapkan perangkat secara lengkap, serta berlatih mengajar sesuai standar,” jelasnya.
Kegiatan “Penguatan Persiapan UKPPPG Tegal” ini menjadi langkah strategis dalam memastikan peserta PPG memiliki kesiapan optimal, baik secara administratif maupun kompetensi mengajar. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bekal menghadapi UKPPPG, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas guru di Tegal secara berkelanjutan.