Kegiatan tersebut dihadiri oleh Achmad Zukhruf Alfaruqi, Ketua Sub Tim Penghargaan dan Perlindungan Guru pada Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Ketua Program Studi PPG Muhammad Saifudin, M.Pd., Sekretaris Prodi Putri Rahardian, M.Pd., para dosen, guru pamong, serta para alumni PPG Batch IV Tahun 2025 yang mengikuti dengan antusias melalui platform daring.
Dalam sambutannya, Prof. Muhlisin mengawali dengan ungkapan syukur atas kelancaran pelaksanaan program PPG Batch IV Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam mencetak guru profesional yang kompeten dan berintegritas.
“Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi merupakan ruang refleksi bersama untuk melihat capaian, kendala, serta peluang pengembangan program PPG ke depan. Kita harus berani melakukan evaluasi secara jujur agar kualitas program ini semakin meningkat,” ujar Prof. Muhlisin.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program PPG memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan pedagogik yang inovatif.
Selain itu, Prof. Muhlisin juga menekankan pentingnya tahapan koordinasi dalam persiapan penerimaan sertifikat pendidik bagi para alumni. Menurutnya, sertifikat pendidik bukan hanya bentuk legalitas, tetapi juga simbol profesionalisme yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Sertifikat pendidik adalah amanah besar. Guru yang telah tersertifikasi harus mampu menunjukkan kualitas diri, baik dalam kompetensi, integritas, maupun dedikasi terhadap dunia pendidikan. Ini bukan akhir, tetapi awal dari pengabdian yang lebih luas,” tambahnya.
Ketua Prodi PPG, Muhammad Saifudin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PPG Batch IV Tahun 2025 telah berjalan sesuai dengan rencana, meskipun terdapat beberapa tantangan yang menjadi bahan evaluasi. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara dosen, guru pamong, dan peserta dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG di masa mendatang. Selain itu, melalui koordinasi yang matang, proses penerimaan sertifikat pendidik bagi alumni PPG Batch IV Tahun 2025 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab dalam membangun pendidikan yang berkualitas di Indonesia.